Penyaluran Anggaran PEN

Menteri Koperasi serta UKM Teten Masduki menjelaskan, pealisasi pendistribusian beberapa program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagian UMKM alami perkembangan. Sekarang ini pendistribusian dana PEN telah capai lebih dari 70 %.

Pemerintah terus percepat pendistribusian serta memperlebar target UMKM yang mendapatkan pertolongan program PEN. Mengenai empat program PEN yang dikerjakan Kementerian Koperasi serta UKM. Keembat program itu ialah Banpres Produktif Usaha Mikro, Bantuan KUR, Pembiayaan Investasi ke Koperasi lewat LPDB, serta Bantuan Non-KUR.

Teten juga menguraikan, realisasi pendistribusian Banpres periode Agustus–September sudah capai 72,46 % dengan nilai Rp15,93 triliun. Jumlah aktor usaha mikro yang mendapatkan pertolongan sekitar 6,63 juta orang, dengan nilai pertolongan Rp 2,4 juta per aktor usaha.

“Sekarang ini dibutuhkan kebijaksanaan bagaimana koperasi ikut berperanan untuk beli produk pangan rakyat. Taktik ini perlu dilaksanakan dengan menguatkan likuiditas koperasi. Karenanya telah diusulkan tambahan budget PEN LPDB,” tuturnya.

Untuk perolehan Bantuan KUR, Teten menjelaskan sudah diterima oleh 5,53 juta nasabah atau capai 33,08 %. Usaha percepat realisasi Bantuan KUR, Kementerian Koperasi serta UKM lakukan taktik publikasi “one by one” ke penyalur KUR, dan lakukan rileksasi serta pelebaran.

Disamping itu, realisasi Bantuan Non KUR belumlah ada. Ini karena masalah pemrosesan data serta tagihan aktor UMKM yang paling bergantung di tingkat keterlibatan BLU serta koperasi.

Setelah itu, Kementerian Koperasi serta UKM menggerakkan penyediaan barang serta layanan pemerintah atau BUMN yang mengikutkan serta mengutamakan UMKM.

Sekarang ini 9 BUMN sudah siap serta dengan cara setahap ke BUMN yang lain untuk menghisap produk UMKM,” ujarnya.

Menko Bagian perekonomian Airlangga Hartarto papar peringkasan izin UMKM. Ini dilaksanakan untuk melakukan perbaikan iklim investasi Indonesia.

error: Content is protected !!