Donald Trump Positif Covid-19

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjelaskan dianya serta ibu negara Melania Trump positif Virus Covid-19. Info itu diupload dengan cara pribadi di account Twitter si Presiden @realDonaldTrump.

Berita positifnya Donald Trump dipandang akan berefek pada ekonomi global, tetapi tidak separah yang dipikirkan. Walau, guncangan tidak terelakkan akan berlangsung di pasar saham serta pasar keuangan.

“Ini menimbulkan ketidaktetapan berkaitan pemilu AS, yang mengakibatkan aktor di bidang keuangan akan wait and see. Pasar keuangan pasti juga akan terkoreksi,” tutur Piter ke Liputan6.com.

Lalu bagaimana pengaruhnya ke Indonesia?

Piter katakan, efeknya masih rendah sebab baru pergolakan di pasar keuangan serta pasar saham saja. Aktor ekonomi semakin lebih lihat serta menimbang situasi lokal hingga situasi Donald Trump bukan unsur yang tentukan.

Walau, Tauhid meneruskan, efek ini akan makin besar bila situasi si Presiden makin jelek. Sebab bisa pemerintah AS mengganti kebijaksanaan perlakuan Covid-19 mereka.

“Jika rupanya mereka lockdown nasional, tentu itu mengagumkan, sebab pusat keuangan, pusat keinginan barang dunia. Ke kita akan besar, rupiah akan kuat, di lain sisi arah export kita menyusut,” jelas Tauhid.

Pemerintah perlu waspada pergolakan perekonomian, baik di atau luar negeri pada kondisi epidemi ini. Dimana kesibukan perekonomian masih penuh ketidaktetapan yang dari bagian kesehatan yang disebabkan marebaknya Covid-19. Efek kritis kesehatan ini besar sekali pada ekonomi nasional atau dunia.

Terbaru, pemerintah harus waspada efek yang dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Orang nomor satu di negeri Paman Sam ini barusan terverifikasi positif terkena virus Corona.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual menjelaskan, berita itu jadi penambahan ketidaktetapan buat perekonomian Indonesia.

“Ketidaktetapannya tinggi sekali. Siang hari ini Trump terkena COVID, pasar futures financial jatuh 500 point. Itu semua tentu ada resikonya,” kata David dalam acara Dialogue Kita, Jumat (2/10/2020).

 

error: Content is protected !!