Donald Trump Digugat

Tesla Inc., Ford Motor Co., Sasaran Corp, Walgreen Co., Home Depot, serta 3.500 perusahaan Amerika Serikat yang lain sudah menuntut pemerintahan Presiden AS Donald Trump dalam dua minggu ini sebab kenakan biaya pada barang import bikinan China berharga lebih dari $300 miliar. agen togel indonesia

Dalam tuntutan, mereka menyebutkan eskalasi tidak resmi karena perang dagang Amerika dengan China lewat implikasi biaya putaran ke-3 serta ke-4, Reuters mewartakan, seperti diambil dari Al Jazeera, Sabtu (26/9/2020).

Perusahaan-perusahaan itu melawan “perang dagang tidak terikat serta tidak terbatas yang dilaksanakan pemerintah, yang berimbas pada miliaran dolar barang yang di-import dari Republik Rakyat China oleh importir di Amerika,” menurut tuntutan yang disodorkan produsen suku cadang mobil Dana Corp.

Kantor Lighthizer belum menyikapi keinginan tanggapan.

Hal tersebut diutarakan oleh Ekonom Jeffrey Sachs. Sachs katakan, dunia akan ke arah periode ‘gangguan besar tanpa ada kepemimpinan’ sesudah epidemi Corona. Bentrokan tidak berbuntut di antara 2 negara itu dipandang jadi parah situasi ekonomi global.

Diambil dari situs BBC, Senin (22/6/2020), Sachs mempersalahkan pemerintah AS yang dipandang cuma meningkatkan panas keadaan.

“Kemampuan AS diperlihatkan cuma untuk kemampuan, tidak untuk kerja sama,” katanya dalam satu interviu dengan BBC Business Report.

Menurut dia, cara ini dilaksanakan Amerika untuk membuat perang dingin set baru dengan China.

“Bila betul itu berlangsung, karena itu kita tidak normal kembali. Ini semakin lebih polemis serta memunculkan bahaya yang semakin besar dari faktanya,” sambungnya.

Ditambah lagi seiring waktu berjalan, perselisihan AS serta China melebar tidak cuma di bidang perdagangan saja.

Lantas, AS larang perusahaan tehnologi China, Huawei untuk memakai tehnologi chip negaranya. Lantas, perusahaan tehnologi China di’bidik’ serta diduga untuk mata-mata Pemerintah untuk melumpuhkan AS.

“AS kehilangan kesempatannya untuk 5G, yang mana 5G itu benar-benar utama di masa ekonomi digital. Serta Huawei ambil sisi yang semakin besar di pasar global,” tutur Sachs.

error: Content is protected !!